Friday, April 23, 2010

tentang memilih dan pilihan..

Seorang teman lama, di negara seberang bertanya..
"Pernah nggak kamu merasa pekerjaanmu sekarang bukan kamu..it's not belong to you..ketika kamu bekerja yang ada cuma lelah..and you feel so empty..pernah??"

Uhmm...

ceritanya, si teman ini lagi ngerasa pekerjaan yang dia jalani 'salah'..
dia ngerasa hidupnya habis untuk pekerjaan ini..
hasilnya..penyakit2 ngga jelas mulai sering menghampiri..penyakit2 yang konon menurut penuturannya selalu datang setiap pagi, menjelang berangkat bekerja..
penyakit2 yang konon masuk dalam label psikosomasis (benera ngga ya ejaannya??hehehe)

celakanya, si teman juga merasa tak bisa lepas dari bosnya..
maksudnya..dimanapun dan kapanpun si bosnya selalu saja menghubunginya untuk menambah dan menambah pekerjaannya..
alhasil, si teman mengaku..hidup semakin menyebalkan..

Uhmmm...

kalau dipikir2 bekerja itu buat apa sih??
apa iya bekerja selalu berarti stres, hidup yang menyebalkan, dan kelelahan tiada akhir??
bukankah bekerja itu harusnya menyenangkan??
melakukan sesuatu yang kita sukai dan menyukai yang kita lakukan??

okay..idealnya memang seperti itu..
sayangnya..
dunia nyata kadang tidak memmbiarkan kita mewujudkan hal2 yang ideal..
tp bukankah kita manusia punya pilihan?? dan berhak memilih??
melanjutkan pekerjaan itu atau memilih yang baru..sesederhana itu kan??

si teman pun berkata "tidak sesederhana itu..keluar dari sini artinya perlu waktu 3 bln lg buat berburu pekerjaan yg baru.."

Ah, apa iya??
bukannya hidup itu sejatinya tentang memilih??
kita selalu bisa memilih apa yang ingin kita jalani..dan apa yang tidak..
dan pastinya..
setiap pilihan ada konsekuensi yang harus ditanggung..apa pun itu..

Masalahnya..,
Kita berani menjalani apa yang jadi pilihan kita tidak?
kalau cuma sekadar memilih sih nggak akan pernha menyelesaikan masalah..
butuh langkah nyata untuk mewujudkan pilihan itu..
untuk sesuatu yang lebih baik..
(maksudnya..ketimbang bertahan dan terus-menerus mengeluh..bukan begitu??)

ah, jadi teringat pesan Rene Suhardono semalam..
bekerja itu bukannya tentang LOVE WHAT TO DO..
tapi tentang TO DO WHAT YOU LOVE...
dan hidup akan jadi lebih indah...
-dee-
*Berucap syukur pada Yang Maha Hebat..yang memberiku keberanian untuk memilih dan mengambil langkah untuk "mengeksekusi" pilihan itu.. passion, mission, values.. kini saatnya mensinergikan ketiganya..untuk hidup yang lebih baik dan kebermanfaatan bagi banyak orang.. karena hidup tak melulu tentang materi ^_^ *

Monday, April 19, 2010

meragu

"Aku ragu.., aku takut keputusanku salah...tapi semua pertanda seolah menuju padanya...aku harus gimana? kasih tau aku.. kalau semua ini berakhir, aku ga tau harus berucap apa ke mereka... tapi aku udah nggak sanggup...," suara seorang teman baik di ujung sana, tepat di dini hari..memaksaku kembali terjaga..

Konon katanya, dari beberapa majalah yang pernah kubaca
detik-detik menjelang pernikahan konon bikin spaneng setengah mati..
bikin hal-hal sepele jd masalah yang luar biasa gede..
yg tadinya dah mau ke titik itu..eh, akhirnya justru bubar grak..
BATAL!!

celakanya,
sekali ini bukan cerita di majalah yang aku temukan..
sekali ini..nyata..
pun, pelakunya ku kena baik..
haduh!

dan sejujurnya..,
mendengar tutur si teman baik di ujung sana, aku jadi sedikit takut..
takut krn aku sadar..apapun jawabanku itu bisa berimbas pada langkah yg dia ambil setelahnya..
Duh!

jadi bertanya-tanya..
selalukah begitu?
sgala persiapan dan kerumitan itu hanya akan membekas emosi di ujung kepala?
yang siap meledak kapanpun..
dan menghancurkan segala rencana gegap gempita itu menjadi keping-keping yang tak berarti??
ntahlah..

aku belum pernah merasai prosesi itu..
pun, berharap tak berakhir seperti itu (tentu saja! hanya orang gila yang berharap sebaliknya, bukan? ^_^)

kembali ke cerita si teman..
kl emang tak yakin..kenapa tak sedari awal?
salahkah pertanda yg ia baca?
atau..
salahkah ia menterjemahkan pertanda?
ato..
adakah ia tak jujur pada dirinya?
ntahlah..

-dee-
*tak tahu harus mengurai seperti apa..terlalu rumit menguntai kisah semalam...mungkin butuh waktu lebih untuk mencerna dan menuangkannya kembali di lain waktu...*

Friday, March 12, 2010

Karena Hidup Tak Selalu Adil



Banyak dari kita, 
Ketika terpuruk atau tak mampu meraih apa yang kita inginkan akan bersepakat dengan judul di atas
"Karena Hidup Tak Selalu Adil"

Mungkin..
Ada masanya,
Ketika kita sudah bekerja mati2an..
Tapi justru orang lain yang memetik pujiannya..
Atau, yg lebih menyakitkan lagi...
Orang lain yang mendapatkan promosi dan bukannya kita (padahal nyata2 kita yang jungkir ballik menjadikan pekerjaan itu "cemerlang")

Ada kalanya..
Ketika kita berbuat baik di rumah..
Eh, ternyata yang mendapat "penghargaan" justru kakak/adik kita..
Padahal, jelas2 kita ikut andil didalamnya...

Sakit hati??
Lalu, gimana kalau kasusnya seperti ini..

Kita selalu jadi "tong sampah" selama bertahun2..
Pendengar setia untuk celoteh sahabat platonis kita..
Tapi..pada akhirnya..
Kita mendapati bukan kita yang "terpilih"
Sementara.., orang lain yang selama ini selalu jadi obyek cerita justru menjadi yang "terpilih"
Gimana rasanya ya??
Rasanya hidup jadi tak adil kan??

"Eh, berarti elo yang ngga tulus dong ngedengerinnya?? kalo elo emang berpamrih kenapa ga bilang dari awal? lebih baek orang itu tau kan?? celetuk seorang teman...

Harusnya sih emang begitu...
Tapi, terkadang tak selalu segampang itu kan??
Ada kalanya yang seharusnya terucap justru tercekat di ujung lidah..

"Ah..karena hidup tak selalu mudah & adil teman..," celetuk teman yang lain.., mencoba membela..


Entahlah..
Mungkin saja ya..
Pertanyaannya..
Hidup memang sungguh tak adil..
Atau..
Hanya kita saja yang salah memaknai??
Bukankah Yang Maha Hebat sudah memberi kita banyak??
Bahkan untuk apa yang tak sempat kita minta?


I am always thereYou just dont feel
You just dont wanna feel

-dee-
*Adil nggak adil hidup kudu dijalani dengan sebaik-baiknya kan?? Mungkin..kita emang ngga selalu dapat yang kita mau..tapi..sudah saatnya untuk menghitung berapa banyak yang kita dapat padahal kita ngga pernah minta..Mungkin..saatnya belajar juga untuk berbahagia atas kebahagiaan orang lain...biar hidup lebih enak dijalani..dan supaya kita lebih pandai bersyukur..*