Thursday, August 13, 2009

Telurku Menetas juga...


Ternyata..begini ya rasanya...
menanti sesuatu yang begitu kita harap-harapkan..
melewati hitungan bulan yang kadang sampai terlupa berapa yang sudah terlalui..
dan akhirnya..
dia hadir..
yang kita harapkan terwujud..

sumpah..!!
aku nggak pernah tau rasanya..

sumpah....!!
aku nggak pernah nyangka begini jadinya..
begini rasanya..

uhm..
apa ya??
aneh?? bahagia?? lega??
nggak tau...
krn bagiku semuanya lebur, carut-marut jadi satu..

yang aku tau..
smua sahabat2 terbaikku berucap "selamat"
dan aku..
aku cuma merasa..selesai sudah..

pertanyaannya sekarang,
what next??

karena aku nggak mungkin mengekor jejak Chairil Anwar sang pujangga yang berujar
"sekali Berkarya sudah itu Mati.."

aku nggak mau cuma sekali, aku mau berkali..
pertanyaannya..
bisakahku??
(semoga bisa dan harus bisa!!)

ini baru karya pertama..
karya pertanda aku bisa 'menetaskan telor'ku yang entah kuerami sedari kapan..
harus ada karya-karya yang lain..
penanda-penanda yang lain,
sebuah jejak bahwa aku pernah hadir dan hidup di dunia.. ^_^

tapi,
bukankah yang pertama selalu menggoda..??
mudah-mudahan tdk berubah menjadi yang melenakan..

lega..lega..lega..

-dee-
*ternyata begini ya rasanya meluncurkan buku pertama...tapi sumpah, aku nggak siap jadi terkenal..aku nggak mau terkenal..aku cuma mau berkarya, menginspirasi dan mencerahkan hidup orang lain..., bukan hitungan materi, cuma sekadar apresiasi yang kucari..hehehe... (tapi sumpah, melihat don&bunda tersenyum bangga bikin aku sedikit lega...paling tidak..pembuktianku tak sia-sia) ^_^

Friday, July 17, 2009

BOOOMMM...BYARRRR.....

Bom lagi..meledak lagi..

sumpah..

Nggak habis pikir, apa sih yang ada di kepala pelakunya?

Apa dia berpikir dirinya Tuhan?

ato sebenarnya dia pgn terkenal tp ga tau gmn caranya spy bisa diekspose media??

uhmm...ato kemungkinan yg terakhir nih..

dia bukan fans berat si setan merah :D (yg ini asli ngaco bgt..)

bukannya mo sok latah ngomentarin bom pagi ini..

cm tiba2 teringat momen 5 taon yg lalu..

ketika aku hrs menghadiri sebuah workshop mahasiswa di negeri seberang..

aku yang sempat dikucilkan hanya karena aku warga Indonesia..muslim pula..

kok bisa?

iya..karena sebagian besar teman2 dlm grupku mengira aku bagian dari teroris..

sigh..

aku emng sering iseng..ngisengin orang juga doyan..

tp sumpah deh..seumur2 ga pnh kepikir buat ngledakin diri dan ngehabisin nyawa orang lain dlm waktu singkat..

dan bom pagi ini...

biyuh..

nggak kebayang..apalagi yg hrs aku jelasin ke teman2 lamaku itu..

dulu aja..aku hrs jelasin ke mrk..kalo negara tempatku dilahirkan..tempat pasporku dibuat bukan sarangnya teroris..

ledakan demi ledakan itu hanya kelakuan orang2 iseng kurang kerjaan yang ga jelas asal-usulnya..

dulu..
mungkin aku berhasil pake taktik itu,,

tp sekarang???

apa iya jawaban yang sama akan berguna??

jangan2..negeri ini emang gudangnya tukang jagal...

jangan2 orang2 di negeri ini emng udah pada gila..

ntahlah...

berharap..

ledakan pagi ini benar2 yg terakhir...

berharap..

mereka yang lagi duduk di kursi panas ga saling tuding..ga menggunakan ledakan pagi ini sebagai momentum cari muka..

-dee-
*bingung liad politikus2 yang ngomentari ledakan pagi ini..ya ampun..bisa2nya sih prahara jadi dagangan politik..*

Monday, June 29, 2009

ketika dia pergi..


Katanya, rezeki, jodoh, dan umur itu cuma Tuhan yang tahu...
Katanya, kita, manusia ini cuma ditugasi menjalani hidup sebaik-baiknya sebelum Tuhan memutuskan kontrak kita di dunia habis masa berlakunya..

Masalahnya, pernahkah kita menyadari (benar-benar menyadari) bahwa umur kita ga panjang?
Pernahkah kita benar-benar sadar, sesadar-sadarnya, kalau kontrak hidup kita di dunia ini bisa aja diakhiri Tuhan 5 menit lagi, atau malah sedetik lagi??

Pfuiff...

Apa kita, manusia ini, terlalu pongah?
Bahkan untuk sekadar menyadari bahwa Tuhan bisa saja menggunakan hak preogratifnya itu kapan pun Dia mau??

Mungkin, kita baru akan membuka mata,, menyadari bahwa Tuhan bisa saja mengambil jatah nyawa kita ketika Dia mengambil yang terdekat dalam hidup kita...

Mungkin, Tuhan tahu, hanya itulah satu-satunya cara agar kita nggak lagi kurang ajar..nggak lagi menjalani hidup dengan seenak udel..

Ah...

Mungkin..itu juga yang Tuhan lakukan untuk menyentilku...
Ketika Dia mengakhiri kontrak hidup dua orang yang begitu kukenal di masa lalu..
Dua kontrak dalam waktu yang hanya berselang dua hari..
Dua nyawa yang belum lagi terlalu tua untuk dipanggil 'pulang'...

Ah..
Dia benar-benar mengingatkanku untuk nggak lagi sok tahu..
Sok tahu dan sok yakin kalau Tuhan nggak akan ngambil umurku sampai 10 atau bahkan 1000 tahun lagi..

-dee-
*mengenang kepergiaan Didik dan Pak Woko, teman dan guru di masa eSDe, 25-27 Juni 2009...
'kepulangan' kalian mengingatkan aku untuk nggak terlalu sesumbar..bahwa 'kontrak'ku pun bisa berakhir kapan saja....*